GALERI FOTO MUALLAF

Galeri Foto Para Muallaf Dunia..... Para Muallaf Dengan Kesadaran Sendiri Memeluk Agama Islam... Mereka Bahkan Bisa Tampil Lebih Islami Daripada Umat Islam Yang BerIslam Sejak Kecil...

KISAH TELADAN PENUH HIKMAH

Kisah Teladan Penuh Hikmah.... Semoga Bisa Memberikan Inspirasi Buat Kita... Agar Ke Islaman Kita Hari Ini Lebih Baik Daripada Kemarin....

BERITA MUALLAF

Walaupun Orang-Orang Kafir Gencar Menghujat dan Memfitnah, Kebenaran Islam Tidak Bisa Di Tutupi. Perkembangan Islam Di Seluruh Dunia Melebihi Perkembangan Agama-Agama Non Islam. Para Muallaf Memeluk Agama Islam Karena Mereka Mengetahui Kebenaran Islam..

AJAKAN BERDAKWAH DI INTERNET

Setelah saya amati berita di http://id.yahoo.com/, ternyata hampir setiap berita yang di tayangkan Yahoo, selalu ada oknum misionaris/propagandis/orientalis non muslim yang selalu menyerang, menghujat dan menghina agama dan umat Islam.

KRISTENISASI-BUKTI TIDAK TOLERANSINYA KRISTEN

Berbagai Macam Cara Dilakukan Oleh Misionaris Kristen Untuk Memurtadkan Umat Islam, Baik Dengan Cara Yang Halus Maupun Dengan Cara-cara Yang Kasar (Memaksa). Kristenisasi Adalah Bukti Nyata BETAPA TIDAK TOLERASINYA Kristen !

Showing posts with label KISAH TELADAN : NABI MUHAMMAD SAW. Show all posts
Showing posts with label KISAH TELADAN : NABI MUHAMMAD SAW. Show all posts

Rasulullah SAW: “(Di Akhirat) Engkau bersama yang kaucintai..” >> Apakah Anda Mencintai Rasulullah ? Renungan..

Anas bin Malik berkisah..
Bahwa seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat terjadi?” 

Beliau balik bertanya, “Apa yang telah kaupersiapkan untuknya?”

Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak menyiapkan puasa yang banyak, tidak juga sedekah. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau bersabda, “Engkau bersama yang kaucintai.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

 
Siapa yang engkau cintai, wahai Anda yang mengaku sebagai Muslim?

::: Saat Tubuh Rasulullah Berlumuran Darah :::

SETIAP kali melihat setangkai anggur, pikiranku melayang kepada kejadian 15 abad yang lalu.

Ketika Rasulullah mencoba menawarkan Islam kepada penduduk Thaif, karena kaum Quraisy sudah betul-betul menolak dakwah beliau, hampir tidak ada harapan lagi mereka akan mau beriman.

Namun apa dikata, ternyata penerimaan penduduk Thaif tidak kalah jahatnya dibandingkan penerimaan penduduk Makkah.

::: Rumah Nabi Sangatlah Sederhana.. Apa Alasannya ? >> Inilah Alasan Nabi Muhammad SAW Hanya Memiliki Rumah yang Sederhana :::

Nabi Muhammad SAW Tauladan seluruh umat yang dihormati kaum muslimin dan disegani dikalangan musuhnya saat itu memiliki prinsip hidup yang sangat kuat sekuat pemahamannnya terhadap arti dirinya hidup di dunia ini.

Beliau -SAW- tak pernah sampai kenyang jika makan. Tutur kata yang keluar dari lisannya yang mulia tak pernah terdengar cacian maupun makian.

Beliau – SAW – sangat menyayangi ummatnya melebihi sayangnya terhadap istri-istrinya sampai-sampai ketika beliau menjumpai sakaratul maut, kata-kata yang keluar dari lisan beliau adalah ,”Ummati,ummati..ummati.” yang artinya ummatku..ummatku..ummatku…”
 
Beliau takut sepeninggal dirinya, ummat Islam akan mengalami berbagai macam godaan hidup yang menipu. Pernah juga beliau bersabda mengenai ummatnya yaitu, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan bila menimpa ummatku, tetapi yang aku takutkan adalah jika Allah membukakan pintu dunia (kekayaan) dan ummatku berlomba-lomba untuk mengejar dunia ini.

::: Masya Allah.. Inilah Cara Nabi Mendidik Anak Yang Terbukti Oleh Ilmu Pengetahuan : "Hindari Sikap Mencela dalam Mendidik Anak." :::

Dalam sebuah ungkapan bijak disebutkan, sesungguhnya banyak melakukan celaan kepada anak akan mengakibatkan penyesalan.

Banyaknya celaan dan teguran akan membuat anak semakin berani melakukan tindakan buruk dan hal tercela lainnya.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam beliau adalah orang yang paling menghindari hal tersebut. Beliau tidak banyak banyak mencela sikap apapun yang dilakukan oleh anak dan juga tidak banyak melakukan teguran terhadap anak-anak.

Tindakan Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam termasuk dalam menanamkan rasa malu dan juga menumbuhkan keutamaan mawas diri, dimana kedua sifat ini sangat berkaitan erat dengan akhlak mulia.

::: Nabi SAW Marah Karena Persoalan Agama, Bukan Karena Persoalan Pribadi :::

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam marah karena beberapa hal. Namun dapat dipastikan, semuanya bermuara pada satu sebab; sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan agama, bukan kepentingan pribadi.

Marah atau gembiranya Nabi dapat dibedakan dari rona wajahnya, karena kulitnya sangat bersih. Bila marah, pelipisnya memerah. Bila marah dan saat itu sedang berdiri, ia duduk. Bila marah dalam keadaan duduk, ia berbaring. Seketika, hilanglah amarahnya.

Bila Nabi sedang marah, tak ada seorang pun yang berani berbicara padanya, selain Ali bin Abi Thalib. Lepas dari itu, ia sulit sekali marah, dan sebaliknya, mudah sekali memaafkan. Kesaksian ini dikutip secara valid oleh Yusuf an-Nabhani dalam kitab “Wasail al-Wushul ila Syamail al-Rasul”.

::: Ingat Baginda Nabi, Bilal Tak Sanggup Meneruskan Adzan :::

Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam), masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya.

Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya: “Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya: “Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.

::: 19 SUNNAH RASULULLAH SAW YANG SERING DITINGGALKAN :::

Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan.

Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.

Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, : “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, : “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari).

Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, : “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, : “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.  Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untuk ku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim).

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Andai kata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu.  Andai kata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya.  Andai kata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk.

Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, : “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya.  Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim).

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, : “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari).

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, : “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, : ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, : “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim).

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, : “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, : “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, : “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara.

Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, : “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, : “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari).

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkan- nya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Aamiin. (dm).

Sumber :
https://daulahislamiyahbaqiyyah.wordpress.com/2015/06/24/19-sunnah-rasulullah-saw-yang-sering-ditinggalkan/



::: Disangka Wafat, Ternyata Rasulullah Dapat Wahyu Keutamaan Shalawat :::

Abdurrahman bin Auf mempercepat langkah kakinya. Hari itu gilirannya untuk mendampingi Rasulullah, namun ia terlambat.

Akhirnya, terlihatlah olehnya sosok yang mulia itu masuk ke salah satu kebun Al Aswaf lalu menunaikan shalat.

Abdurrahman bin Auf mulai panik. Rasulullah tak juga bangkit dari sujudnya. Lama. Sangat lama hingga membuat Abdurrahman bin Auf menangis. “Apakah mungkin Allah telah mencabut ruh beliau?” lintasan hati Abdurrahman bin Auf makin membuatnya terisak-isak.

“Ada apa denganmu?” suara itu menyadarkan Abdurrahman bin Auf dari kesedihan yang meliputinya. Tangisnya terhenti, isaknya mereda.

Kesederhanaan Makan Rasulullah : "Nabi Tak Pernah Kenyang Selama Hidupnya, Bahkan Lebih Banyak dan Lebih Sering Lapar !"

JIKA kita amati, mengapa penyakit di zaman dahulu tidak separah dan tidak seberat manusia modern. Apa sebab ?

Ternyata jawabannya terletak pada seberapa sederhana seseorang mengkonsumsi makanan hariannya.

Hal ini sebenarnya telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah sallallahu ‘alaihiwasallam.

Beliau begitu sederhana dalam urusan makanan yang beliau konsumsi yang akhirnya membuat beliau menjadi manusia yang sangat sehat, baik secara fisik maupun secara qolbu.

Hal ini sebenarnya dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, artinya kesederhanaan seseorang dalam mengkonsumsi makanan hariannya lah yang menentukan sedikit banyak penyakit, yang kalaulah itu menjadi takdir untuknya, meski hal ini belumlah menjadi faktor penentu 100 persen.

::: Kisah Pemuda Yang Meminta Izin Berzina Pada Rasulullah :::


Pada suatu hari ada seorang pemuda yang gagah mendatangi Nabi Muhammad S.A.W. Dia berkata  “Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berbuat zina."

Para Sahabat r.a yang hadir disana pun marah mendengar ucapannya. Betapa lancangnya si pemuda meminta kepada nabi Muhammad agar mengizinkannya berzina.

Namun lihatlah nasihat yang diberikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Beliau adalah guru terbaik sepanjang masa.

::: Kisah Teladan >> Ingin Tahu Indahnya Islam ? Baca Kisah Teladan Ini... Subhanallah.. Seandainya Orang Kafir Tahu Indahnya Islam..:::

KISAH LELAKI TAK KUAT TAHAN SYAHWAT DI SIANG RAMADHAN

Nafsu seksual adalah salah satu hal yang dilatih agar bisa dikendalikan melalui puasa Ramadhan.

Islam sesungguhnya telah memudahkan, karena pelarangannya hanya pada siang hari sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Selain di waktu itu, diperbolehkan.

Tapi nyatanya, tidak semua orang dapat mengendalikan diri. Bahkan pernah terjadi di zaman Nabi.

::: Sikap Umum Yahudi Bila Diajak Masuk Islam >> Sebuah Kisah Nyata.. Agar Kita Tahu Sifat Yahudi Sesungguhnya...:::

Di masa Nabi ada seorang pendeta Yahudi bernama Hushain bin Salam bin Harits.

Ia percaya bahwa Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan Nabi di akhir zaman sebagaimana diterangkan dalam riwayat Taurat dan Injil. 

Setelah kedatangan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ke Madinah ia pun masuk Islam. Setelah memeluk Islam Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengubah namanya menjadi Abdullah bin Salam.

::: MUSLIM HARUS TAHU : "Inilah 10 Teladan Pola Makan Sehat Cara Rasulullah." :::

Mengawali artikel ini, Perlu kita mengingat kembali Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terjemahannya :

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (al-Ahzab [33]: 21).

Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

::: Mulianya akhlak Nabi : Cara Rasulullah SAW Memuliakan Istrinya :::

Siapa tidak mendamba pasangan setia dan selalu mesra ?

Siapa pula tidak jengah hidup dengan pasangan yang durhaka lagi gampang mara ? Faktanya, menjadi pasangan setia dan mesra sungguh tidak mudah.

Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliput berkah dan bertabur cinta.

Panutan umat sejagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

::: NABI MUHAMMAD S.A.W DALAM PANDANGAN TOKOH-TOKOH NON MUSLIM DUNIA :::

Adalah fitrah manusia bahwa dia akan lebih mudah mendengar pendapat tentang sesuatu dari orang-orang yang sama atau sebangsa daripada mendengar dari orang lain.

Dan terkait dengan Rasulullah saw orang-orang non-Muslim akan lebih terpengaruh oleh pendapat bangsa mereka sendiri dari pada harus mendengar tentang Rasulullah s.a.w. dari seorang Islam.

Oleh sebab itu sudut pandang tentang sirah Rasulullah s.a.w. yang ditulis oleh cendekiawan atau para penulis yang terkenal dari bangsa mereka sendiri harus diperdengarkan langsung kepada mereka.

::: Penyebab Umar bin Khattab ra. Menangis di Hadapan Nabi :::

Umar bin Khattab merekam pengalaman mengharukan ketika berkunjung ke rumah Rasululah SAW.

Umar menyaksikan pemimpin agung yang sangat dimuliakan itu sedang terbaring di atas tikar kasar nan rusak.

Kesedihan Umar bertambah ketika tekstur tikar usang itu membekas di punggung Nabi.

Di hadapan Rasulullah, "Singa Padang Pasir" ini pun menumpahkan air matanya.

::: Kisah Teladan : Rasulullah SAW dan Segelas Air :::

Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen.

Rasa rindu kepada Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta.

Tiba Rasulullah SAW di rumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW.

::: Kisah Teladan : "Maafnya Rasulullah S.A.W, Musuh yang Akan Membunuhnya Berakhir Menjadi Persaudaraan " :::

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah  dengan  tujuan  hendak  membunuh  Nabi  Shalallahu  alaihi  wa  sallam.

Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah memasuki ke kota suci  tempat  Rasulullah tinggal  itu.

Dengan  semangat  meluap-luap  ia  mencari  majlis Rasulullah,  langsung  didatanginya untuk  melaksanakan maksud  tujuannya.

Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. segera menghadangnya yang melihat  gelagat buruk pada penampilan orang tersebut.


Kisah Teladan : " Rasulullah S.A.W. Tidur di Depan Pintu."

Siti Aisyah RA mengerti betul kepribadian suaminya, Rasulullah SAW. Hidup dalam suasana keluarga memberinya kenangan indah yang kaya dari sikap keseharian utusan Allah itu.

Nabi diketahui tak pernah mengeluh meski keadaan kurang mendukung. Hatinya sangat lapang. Pernah Nabi tak medapati makanan apapun untuk sarapan di meja dapurnya. Seketika Nabi berniat puasa untuk hari itu.

Begitulah. Rasulullah tak ingin menjadi beban orang lain, termasuk keluarganya sendiri. Nabi bahkan selalu memanggil Aisyah dengan sapaan mesra ”ya humaira” (wahai pemilik pipi kemerah-merahan).

Dakwah Rasulullah S.A.W. Yang Penuh Kelembutan & Kesabaran Meluluhkan Hati Hakam Bin Kaisan

Nasib malang menimpa salah seorang musyrikin Quraisy, Hakam bin Kaisan. Kekalahan kelompoknya dalam perang Badar mengubah jalan hidupnya sebagai tawanan dan hampir saja kehilangan kepala.

Umar bin Khattab berniat akan memenggal kepala Hakam lantaran sekian lama menunggu keinsafan orang Quraisy tersebut atas ajaran Islam tetapi  orang tersebut tetap juga tidak mau. 

Meski sebagai tawanan, Hakam tetap tak beranjak dari ajaran jahiliyahnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More